MALAIKAT
- Details
- Category: gudang cerita
- Published on Monday, 09 January 2012 15:15
- Written by Super User
- Hits: 359
Bila ada anak kecil yang meninggal dunia, seorang malaikat dari surga akan datang ke bumi. Malaikat akan menggendong anak tersebut dengan melebarkan sayapnya. Mereka terbang ketempat yang indah dan memetik berbagai macam bunga, untuk dibawa ke surga. Bunga akan tumbuh lebih indah di surga. Bapa di surga akan mendekap dan mencium bunga yang berkenan bagi Nya. Maka bunga tersebut akan bisa berbicara dan ikut bernyanyi dalam paduan suara pujian di surga.
“Lihat… pilihlah bunga mana yang akan kau bawa ke surga…!” ujar malaikat sambil terbang menyebrangi taman yang penuh dengan bunga.
Ada sebatang bunga mawar indah, namun tangkainya patah, kelopaknya baru terbuka separuh, dan nampaknya bunga mawar ini akan segera mati.
“Ooo bunga mawar yang malang. Akan ku bawa kau kesurga, supaya engkau bisa tumbuh dengan indah disana…” ujar anak kecil yang baik hati itu.
“Okay, sekarang kita sudah punya bunga…” kata si anak kecil.
Malaikat mengangguk, namun ia tidak segera terbang ke surga. Hari sudah malam, dan sungguh malam yang senyap. Mereka berdua masih berada di kota, mereka terbang melayang di atas sebuah jalan yang kecil yang dipenuhi oleh tumpukan rumput kering, debu dan sampah. Nampak tumpukan pecahan pecah belah, runtuhan tembok, dan topi topi yang sudah tua. Kemudian malaikat menunjuk sebuah pot kembang yang sudah pecah, tanahnya sudah tumpah. Ada bunga rumput yang hampir mati. Bunga yang sudah tidak berguna dan sudah dibuang dipinggir jalan.
“Kita akan bawa bunga ini juga ke surga.” Kata sang malaikat. “Aku akan ceritakan mengapa, sambil kita terbang.” Lanjut malaikat pada si anak kecil.
Sambil terbang, sang malaikat pun bercerita….
Dulu, di sebuah rumah yang kecil, hiduplah seorang anak lelaki cacat, seluruh masa kanak kanaknya dihabiskan di tempat tidur. Paling ia hanya dapat turun dari tempat tidur, berjalan sedikit dan bersandar pada tongkat penyangga tubuh. Pada saat matahari musim panas bersinar, ada sedikit sinar matahari menembus rumahnya. Maka si anak kecil akan duduk menatap sinar matahari dan menikmati kehangatan matahari sambil memandangi jari jarinya yang pucat. “Oh…sang matahari telah muncul” bisik si anak kecil. Ia tahu keindahan dan hijaunya hutan karena tetangganya membawakan sebatang ranting dengan daun yang rimbun. Ia pegang ranting tersebut, sambil membayangkan indahnya hutan dihiasi dengan nyanyian burung burung dan matahari bersinar terang. Pada musim semi, tetangganya membawakan bunga rumput dan ada yang tercabut dengan akarnya. Maka ditanamnya akar bunga rumput dalam sebuah pot, dan diletakkan disamping tempat tidurnya dekat jendela. Bunga rumput ditanam dengan penuh kasih sayang tumbuh subur dan selalu berbunga setiap tahun. Bagi si anak kecil, pot bunga itu adalah sebuah taman yang amat indah. Dirawatnya bunga rumput itu dengan penuh kasih sayang berbekal sinar matahari dari jendela rumah yang kecil. Bunga rumput kecil itu menjadi mimpi terindah bagi si anak kecil. Bunga itu mampu membahagiakan nya dengan keharuman dan keindahannya hingga Bapa disurga memanggilnya. Ia sudah meninggal selama 1 tahun, dan selama 1 tahun pula bunga rumput itu terlantar di jendela. Tadi diantara tumpukan sampah bunga rumput itu dibuang dipinggir jalan. Oleh sebab itu kita akan bawa bunga rumput ini, karena bunga ini telah membawa kebahagiaan ketimbang bunga yang lain yang lebih indah.
“Hei…darimana kau tahu semua cerita ini?” tanya si anak yang baik hati.
“Aku tahu, karena akulah anak cacat tersebut. Aku tahu sekali bunga rumput ini.” Wajah sang malaikat bersinar damai dan bahagia sambil mendekap bunga rumput kering.
Bapa di surga menyambut mereka berdua, memeluk si anak yang baik hati dan si anak mendapatkan sayap dua seperti sang malaikat. Bapa mencium bunga rumput yang telah kering. Tiba tiba bunga rumput dapat berbicara dan ikut bernyanyi dalam paduan suara surgawi bersama kelompok malaikat. Terdengar nyanyian merdu malaikat dimana-mana. Malaikat, anak yang baik hati dan bunga rumput semuanya hidup berbahagia di surga.
Catatan:
Kisah ini hasil saduran karangan yang berjudul “Angel” di tulis oleh Hans Christian Andersen pada tahun 1844.

